Dompu, NTB – matasilet.com
Warga Lingkungan Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), digegerkan dengan penemuan jasad seorang remaja laki-laki di area semak-semak pada Minggu siang (10/5/2026). Korban yang diperkirakan berusia sekitar 17 tahun ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi yang hanya berjarak beberapa meter dari permukiman warga. Kondisi korban saat ditemukan memunculkan dugaan kuat adanya unsur kekerasan di balik kematian tragis tersebut.
Penemuan mayat remaja itu sontak membuat suasana lingkungan sekitar berubah gempar. Warga yang mendengar kabar tersebut langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian untuk menyaksikan proses evakuasi dan penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan tergeletak di tanah di antara semak liar yang cukup rimbun. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos hitam dan celana hijau. Posisi jasad yang tersembunyi di area semak-semak membuat keberadaannya sempat tidak diketahui warga sekitar.
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap setelah sejumlah warga mencium aroma menyengat dari arah semak-semak di sekitar lokasi. Karena merasa curiga, beberapa warga kemudian mendekati area tersebut untuk memastikan sumber bau. Namun mereka justru dikejutkan dengan penemuan jasad seorang remaja dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Awalnya kami kira bangkai hewan karena baunya cukup menyengat. Tapi setelah didekati ternyata mayat manusia,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian.
Suasana di lokasi penemuan pun mendadak berubah mencekam. Sejumlah warga terlihat syok dan tidak percaya bahwa di lingkungan mereka ditemukan jasad seorang remaja. Tidak sedikit warga yang memilih menjauh dari lokasi karena takut melihat kondisi korban saat ditemukan.
Tak lama setelah laporan diterima, aparat kepolisian bersama tim identifikasi langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Garis polisi dipasang di sekitar area penemuan guna mengamankan lokasi dan memudahkan proses penyelidikan lebih lanjut.
Dugaan adanya tindak kekerasan semakin menguat setelah beredarnya rekaman video amatir yang direkam warga di sekitar lokasi kejadian. Dalam video tersebut terdengar suara seorang pria yang menunjukkan adanya bercak darah di atas batu yang berada tidak jauh dari posisi jasad korban ditemukan.
“Coba lihat di batu itu, ada darahnya,” ucap pria dalam video yang kini ramai beredar di tengah masyarakat.
Temuan bercak darah tersebut memunculkan dugaan bahwa korban kemungkinan menjadi korban penganiayaan sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi itu. Meski demikian, hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian korban dan masih menunggu hasil penyelidikan mendalam.
Petugas kepolisian diketahui masih terus mengumpulkan berbagai barang bukti di sekitar TKP. Polisi juga tengah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan tewas.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah itu dilakukan guna memastikan penyebab kematian korban sekaligus mengungkap ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.
Peristiwa ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kota Bima, khususnya warga Kelurahan Jatiwangi dan sekitarnya. Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap misteri di balik kematian remaja tersebut agar tidak memunculkan rasa takut berkepanjangan di lingkungan mereka.
“Semoga polisi segera mengungkap kasus ini. Kalau memang ada pelakunya, harus cepat ditangkap karena korban masih sangat muda,” ungkap warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif terkait penemuan jasad remaja tersebut. Polisi belum menyampaikan identitas lengkap korban maupun kemungkinan adanya keterlibatan pihak tertentu dalam kasus itu.
Kasus penemuan mayat remaja di semak-semak kawasan Gindi kini menjadi perhatian serius masyarakat Kota Bima. Warga berharap proses pengungkapan kasus dilakukan secara transparan dan tuntas, sehingga penyebab kematian korban dapat segera terungkap serta memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.( W )

