SUMBAWA, NTB – matasilet.com ~ Kerusakan ruas jalan Usar menuju Desa Prode SP II, Kabupaten Sumbawa, kini menjadi sorotan serius masyarakat. Jalan sepanjang kurang lebih delapan kilometer yang menjadi satu-satunya akses utama warga itu dilaporkan mengalami kerusakan parah dan dinilai sudah tidak layak dilalui, terutama di tengah musim panen raya jagung yang sedang berlangsung.
Kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar, bebatuan tajam, serta permukaan yang hancur membuat mobilitas masyarakat terganggu. Warga mengaku setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan saat melintas, sementara kendaraan pengangkut hasil pertanian sering mengalami kerusakan akibat medan jalan yang buruk.
Situasi tersebut mendorong sejumlah tokoh masyarakat mendatangi Bupati Sumbawa, , guna menyampaikan langsung keluhan masyarakat sekaligus meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret sebelum kondisi semakin parah.
Di tengah tingginya aktivitas panen jagung, jalan Usar–Prode SP II menjadi jalur vital bagi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian menuju pusat penjualan dan distribusi. Namun ironisnya, akses yang menjadi urat nadi ekonomi warga justru berada dalam kondisi memprihatinkan dan rawan memicu kecelakaan.
Muhammad Siddik, SH, tokoh masyarakat yang ikut dalam pertemuan tersebut, menegaskan bahwa masyarakat sudah terlalu lama menghadapi persoalan jalan rusak tanpa penanganan maksimal. Menurutnya, kondisi itu tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan biasa karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat kecil.
“Ini bukan sekadar jalan rusak biasa. Ini menyangkut keselamatan masyarakat dan masa depan ekonomi petani. Saat musim panen seperti sekarang, masyarakat sangat membutuhkan akses jalan yang layak untuk mengangkut hasil pertanian mereka. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat yang akan menanggung kerugian besar,” tegas Muhammad Siddik, SH.
Ia mengatakan, masyarakat datang bukan untuk mencari sensasi ataupun menyalahkan pemerintah, melainkan meminta kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat pedesaan yang selama ini merasa kurang diperhatikan.
Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya menyebabkan kendaraan warga cepat rusak, tetapi juga meningkatkan biaya angkut hasil panen yang pada akhirnya berdampak terhadap pendapatan petani.
“Petani hari ini sedang berjuang mempertahankan hasil panennya. Jangan sampai hasil pertanian melimpah, tetapi masyarakat kesulitan menjualnya hanya karena akses jalan hancur. Pemerintah harus hadir dan bergerak cepat sebelum masyarakat kehilangan kepercayaan,” ujarnya.
Meski demikian, Muhammad Siddik memberikan apresiasi terhadap respons cepat Bupati Sumbawa yang langsung menerima aspirasi masyarakat dan memerintahkan dinas teknis untuk segera turun melakukan penanganan.
“Kami mengapresiasi respons cepat Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, yang langsung memberikan atensi terhadap laporan masyarakat. Ini menunjukkan ada kepedulian pemerintah terhadap kondisi warga di lapangan,” katanya.
Tidak hanya bertemu dengan bupati, rombongan tokoh masyarakat juga mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa untuk melakukan koordinasi langsung terkait percepatan perbaikan jalan serta kebutuhan air bersih bagi Desa Usar dan Desa Prode SP II.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Bidang Bina Marga dan Bidang Air Minum dan Sanitasi disebut siap menindaklanjuti arahan bupati. Pemerintah daerah bahkan disebut menargetkan proses penanganan mulai direalisasikan dalam satu hingga dua bulan ke depan.
“Kami mendapat penjelasan langsung dari pihak PUPR bahwa perintah bupati akan segera dieksekusi. Perbaikan jalan rusak dan program air bersih untuk Desa Usar serta Desa Prode SP II menjadi prioritas yang akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat,” ungkap Muhammad Siddik.
Masyarakat kini berharap janji tersebut benar-benar diwujudkan dan tidak berhenti sebatas wacana. Warga meminta pemerintah daerah bergerak cepat karena jalan tersebut merupakan akses utama penunjang ekonomi masyarakat pedesaan.
Jika kondisi jalan terus dibiarkan rusak, bukan hanya aktivitas ekonomi yang lumpuh, tetapi keselamatan masyarakat juga semakin terancam setiap harinya. Karena itu, warga berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban jiwa ataupun kerugian lebih besar sebelum melakukan tindakan nyata di lapangan..MS-01 )

